Legenda Jerman Sebut Timnas Jerman Butuh Pelatih Baru

Nasib manajer tim nasional Jerman, Joachim Loew, ada pada ujung tanduk. Beberapa pihak menyarankan Loew sebaiknya sampai di sini saja menukangi Die Nationalmanncshaft usai dikalahkan Belanda 0-3.

Tim nasional Jerman kebobolan 3 skor oleh Virgil van Dijk, Memphis Depay, serta Gini Wijnaldum di partai UEFA Nations League Liga A Grup satu pada Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Sabtu (13/10/2018).

Armada Joachim Loew pantas termasuk di dalam masa krisis selama 2018 karena hal itulah hasil negatif ke 5 mereka di dalam kalender tahun ini.

Pencapaian itu memperburuk situasi internal tim nasional Jerman usai tersungkur pada penyisihan grup Piala Dunia 2018.

Via kompetisi akbar ini Manuel Neuer dan kawan-kawan mencatat catatan paling buruk mereka pada Piala Dunia semenjak 1938.

Kredibilitas Joachim Loew diragukan kembali buat mengatur tim nasional Jerman, yang telah diasuhnya semenjak 2006.

Oleh banyak pihak, ramuan Loew disebut telah karatan seiring masa terlampau lama membidani tim nasional.

Di banyak peluang, Loew pun disebut-sebut kehilangan sentuhan emas yang menghantarkan Jerman menjadi jawara Piala Dunia 2014.

Strategi serta pengambilan keputusannya di dalam laga tampak seperti telah usang serta bisa dibaca rival.

Belum lagi kabar burung lambatnya regenerasi serta favoritisme kepada beberapa pemain yang tengah mendapatkan masa negatif pada klub secara fisik serta mentalitas.

Wanti-wanti itu telah diungkapkan legenda tim nasional Jerman, Michael Ballack, sebelum duel melawan Belanda.

“Seperti orang-orang lain, aku kaget Joachim Loew dipertahankan. Ia kerja untuk waktu lama bagi kesebelasan serta terkadang beberapa hal tak berlangsungdengan bagus lagi saat Kamu terlampau lama bareng satu kesebelasan, ” tutur Ballack.

“Piala Dunia 2018 benar-benar penyesalan yang amat besar serta tentu terdapat sebab untuk hal tersebut. Kamu betul-betul seharusnya menganalisisnya serta tak mengerjakannya usai mengambil keputusan mempertahankan manajer, ” jelasnya, dilansir BolaSport. com melalui Deutsche Welle.

Komentar mantan pemain berposisi gelandang tangguh ini disangkakan juga pada Federasi Sepakbola Jerman (DFB), yang justru melanjutkan mandat Loew alih-alih memecatnya pasca-Piala Dunia 2018.

Kolumnis Deutsche Welle, Michael Da Silva, memenuhi opini Ballack jika Joachim Loew sebaiknya menghentikan masa bakti sampai di sini sebab perpisahan sang arsitek harusnya telah seharusnya dikerjakan dari dulu.

“Selama 12 musim waktu kepelatihan pada Jerman, Loew mengerjakan tugas spektakuler dengan merenegerasi kesebelasan dari musim ke musim, ” tulisnya.

“Keahlian yang dia tunjukkan saat melakukan evolusi tim mencapai puncak di dalam dini hari di Rio de Janeiro (final Piala Dunia 2014). Inilah periode ketika Loew harusnya angkat kaki, ” tambahnya.